Kue Sus

Image

 

Bahan Kulit :

  • 125 g margarin
  • 125 g tepung terigu protein sedang/cap segi tiga biru
  • 4 butir telur ayam
  • 250 ml air
  • ¼ sdt baking powder
  • ½ sdt garam halus

Bahan Vla :

  • 300 ml susu tawar cair
  • 4 sdm tepung maizena
  • 2 sdm tepung terigu
  • 75 g gula pasir
  • 2 butir kuning telur
  • 1 sdm mentega
  • ¼ sdr pasta vanili
  • 1 sdm rum
  • ¼ sdt garam

Cara Membuat Kue Sus :

Kulit :

  1. Didihkan air, margarine dan garam. Rebus hingga mendidih. Masukkan tepung terigu, masak sambil terus diaduk hingga terbentuk adonan yang kental, licin, kalis tidak lengket di panci. Angkat.
  2. Setelah adonan hangat, masukan baking powder dan telur satu persatu sambil dimixer atau diaduk dengan sendok kayu hingga tercampur rata.
  3. Tuang adonan ke dalam plastic segi tiga/piping bag yang telah diisi dengan sepuit bintang. Semprotkan adonan di atas loyang beroles margarin.
  4. Panggang adonan di dalam oven bertemperatur 200oC hingga kue mengembang, matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat.
  5. Potong sisi kue, isi dalamnya dengan vla. Atur di dalam piring saji. Hidangkan.

Vla :

  1. Larutkan tepung maizena, tepung terigu, gula dan garam dengan susu tawar cair.
  2. Masak hingga mendidih, mengental dan matang. Angkat.
  3. Selagi panas, tambahkan mentega, vanili, kuning telur dan rum. Aduk rata. Dinginkan. Vla siap digunakan.

Untuk 15 Buah

Tip :

  • Jangan memasukan telur ketika adonan masih di atas perapian atau adonan masih panas. Akibatnya adonan tidak akan mengembang karena telur menjadi matang. Masukan telur ketika adonan sudah suam-suam kuku.
  • Jangan membuka oven ketika adonan belum mengembang sempurna dan kokoh. Perubahan suhu secara drastis ketika oven dibuka akan menyebabkan adonan turun dan bantat.

2 thoughts on “Kue Sus

  1. Rum (rhum) adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula. Rum hasil distilasi berupa cairan berwarna bening, dan biasanya disimpan untuk mengalami pematangan di dalam tong yang dibuat dari kayu ek atau kayu jenis lainnya. Produsen rum terbesar di dunia adalah negara-negara Karibia dan sepanjang aliran Sungai Demerara di Guyana, Amerika Selatan. Selain itu, pabrik rum ada di negara-negara lain di dunia seperti Australia, India, Kepulauan Reunion.

    Berbagai Makanan yang Menggunakan Rhum

    Rum terdiri dari berbagai jenis dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Rum putih umum digunakan sebagai pencampur koktail. Rum berwarna cokelat keemasan dan gelap dipakai untuk memasak, membuat kue, dan juga pencampur koktail. Hanya rum berkualitas tinggi saja yang biasa diminum polos tanpa pencampur atau ditambah es batu (on the rocks). Rum memegang peranan penting dalam kebudayaan orang-orang di Hindia Barat, dan dikenal sebagai minuman perompak dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris.[1]

    Berita Republika menyebutkan, “Kue-kue dari hotel dan bakery terkenal kerap menggunakannya dalam taart, dan sus. Vla di dalam sus menjadi lebih lezat bila dicampurkan rhum. Cake aneka buah juga biasanya menggunakan rhum. Biasanya sebelum dicampur ke dalam cake, buah direndam dulu ke dalam rhum agar aromanya menjadi lebih menggugah selera.”[2]

    Rhum Termasuk Minuman Keras

    Kandungan Alkohol dalam Rhum termasuk tingkat tinggi yaitu sekitar 38%. Rhum termasuk golongan C dalam pembagian minuman keras sebagaimana penjelasan berikut ini.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 86/ Menkes/ Per/ IV/ 77 tentang minuman keras, minuman beralkohol dikategorikan sebagai minuman keras dan dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan persentase kandungan etanol volume per volume pada suhu 20oC.

    Golongan A: Minuman dengan kadar etanol 1 – 5 persen.

    Golongan B: Minuman dengan kadar etanol lebih dari 5 persen sampai dengan 20 persen.

    Golongan C: Minuman dengan kadar etanol golongan C mengandung etanol lebih dari 20 persen sampai dengan 55 persen.[3]

    Rhum Jelas Haramnya

    Berdasarkan penjelasan di atas karena rhum menimbulkan efek memabukkan, maka ia jelas dihukumi haram. Ingatlah, segala sesuatu yang memabukkan termasuk khomr dan setiap yang memabukkan pastilah haram. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

    “Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”[4]

    Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

    كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ

    “Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram.”[5]

    Kami nukilkan pula pembahasan dari Republika sebagai berikut.

    Rhum menurut relawan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Kosmetika dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), KA Endin, digolongkan ke dalam khamr. Kandungan alkoholnya cukup tinggi. Karena itu fatwanya pun jelas: haram. ”Sedikit atau banyak, khamr itu haram hukumnya,” kata Endin ketika ditemui di kantornya Jumat (26/7).[6]

    Bagaimana Jika Mengkonsumsi Sedikit Rhum?

    Seperti ini pun tetap tidak dibolehkan. Ada kaedah yang perlu diperhatikan dalam masalah khomr, “Jika meminum khomr dalam jumlah banyak, bisa memabukkan, maka meminum satu tetes saja tetap haram.” Dasar dari kaedah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

    “Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.”[7]

    Dari sini, jika meminum rhum satu liter menimbulkan efek memabukkan, maka meminum satu tetes rhum saja tetap haram walaupun tidak mabuk.

    Mudah-mudahan paham dengan penjelasan ini.

    Jika Makanan Tercampur Rhum

    Sudah dijelaskan bahwa rhum sering sekali digunakan sebagai penyedap rasa. Ini artinya rhum yang termasuk khomr bercampur dengan makanan seperti kue, blackforest, dsb.

    Walaupun campuran rhum tersebut dalam kue atau makanan sedikit, tetap dihukumi haram. Karena ini berarti mengkonsumsi khomr dalam jumlah sedikit. Sekali lagi kita perlu memperhatikan kaedah yang telah kami utarakan, “Sesuatu yang apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak memabukkan, maka dikonsumsi satu tetes saja tetap haram walaupun tidak memabukkan.” Ini berarti makanan yang tercampur rhum semacam ini tetaplah haram.

    Selanjutnya kami kemukakan sebuah penjelasan dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Saudi Arabia),

    “Apabila kadar alkohol –apabila alkohol tersebut dikonsumsi dalam jumlah banyak, memabukkan-, maka tidak boleh menggunakan alkohol tersebut baik sedikit ataupun banyak, baik digunakan dalam makanan, minuman, wewangian atau obat-obatan.”[8]

    Begitu pula hal ini tidak berlaku hanya untuk rhum saja, namun jenis arak atau minuman keras lainnya. Jika miras sedikit saja bercampur dalam makanan, maka makanan semacam ini sudah sepantasnya untuk dijauhi. Sebagaimana informasi yang kami baca, banyak sekali kita jumpai campuran miras pada masakan China atau Jepang. Sudah seharusnya kita semakin waspada untuk menjauhi yang syubhat (samar) apalagi yang haram. Hanya Allah yang beri taufik.

    Hukum Menggunakan Flavor (Essence) Rhum

    Untuk menyiasati konsumen yang tak mau memakai rhum, produsen menciptakan flavor (essence) rhum dan perasa buah lainnya. Maksud flavor rhum adalah penyedap rasa dan aroma yang sama dengan rhum. Benda tersebut diklaim bukan rhum. Hanya rasa dan aromanya menyerupai rhum asli.

    Berikut penjelasan dari tim auditor LP POM MUI-Jurnal Halal dari Republika.

    Pertanyaan:

    Assalaamualaikum wr wb,

    Ketika anak saya berulang tahun, saya membeli kue tart untuk ulang tahun di sebuah toko roti dan kue di daerah Cimanggis. Waktu itu sudah malam dan buru-buru, sehingga tidak sempat mengecek dan mencium baunya. Sampai di rumah baru ketahuan bahwa kue tart tersebut memancarkan aroma khas minuman beralkohol yang saya duga berasal dari rhum.

    Pertanyaan saya adalah, bolehkah rhum itu dipakai dalam kue tart, karena setahu saya proses pembuatan kue itu melalui pemanggangan dengan suhu tinggi dan diperkirakan alkoholnya sudah menguap? Sekarang ini banyak dijual juga rhum essence khusus untuk membuat kue. Yang saya tahu, essen tersebut bukan minuman keras. Katanya ia hanya perasa yang memiliki aroma dan rasa mirip dengan rhum. Bolehkan rhum essence tersebut digunakan? Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya.

    Wassalam,

    Endang SES,Komplek Timah, Cimanggis, Depok

    Jawaban:

    Rhum adalah salah satu jenis minuman keras dengan kandungan alkohol di atas 10%, yang masuk dalam kategori khamer (minuman yang memabukkan). Hukum khamer dalam Islam adalah haram. Yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga haram. Oleh karena itu rhum dalam jumlah banyak maupun sedikit sama saja, yaitu tetap haram. Dalam pembuatan kue yang mengalami proses pemanggangan, alkohol dari rhum tersebut bisa saja menguap. Tetapi rhumnya sendiri masih ada, dengan aroma dan rasa rhum yang memang diinginkan. Dengan demikian rhum dalam kue tersebut masuk dalam kategori haram, meskipun akhirnya alkohol itu bisa saja menguap.

    Segala sesuatu yang mengarah kepada yang haram sebaiknya dihindarkan. Rhum dengan aroma dan rasanya yang khas saat ini bisa ditiru dengan bahan-bahan sintetis. Tetapi ingat, bahwa membiasakan diri kita dan anak-anak kita kepada rasa dan aroma minuman keras, membuat kita lebih cenderung dan bisa menikmati aroma dan rasa tersebut. Lama-kelamaan kita menjadi semakin akrab dan menyenagi rasa tersebut dan pada akhirnya ingin juga mencoba yang aslinya. Menghindari kemudhorotan lebih diutamakan dalam Islam. Oleh karena itu penggunaan rhum essen tersebut lebih baik ditinggalkan. Dalam hal ini Komisi Fatwa MUI telah menyatakan haram bagi penggunaan aroma dan rasa haram (seperti rasa babi dan rasa rhum, meskipun tidak ada babi atau rhumnya) serta penggunaan nama-nama haram dalam suatu makanan (seperti mie rasa babi, meskipun tidak ada babinya).[9]

    Demikian pembahasan kami mengenai rhum dalam makanan. Semoga Allah memudahkan kita mengkonsumsi yang halal dan menjauhkan kita dari setiap perbuatan yang dilarang.

    Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

    • Assalammu’alikum Warohmatulloh Wabarokatuh , , ,

      Syukron jiddan sudah di ingatkan ya ukh ,
      ana tidak teliti dalam memposting artikel itu ,
      ana sendiri jika membuatnya , tdk pernah menggunakn bahan2 yang aneh2😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s