Hujan dan Tangisanku

Aku menyukai hujan saat aku keluyuran di tengah jalan. Biarpun basah kuyup, semua orang tak akan pernah mengerti jika di saat itu aku menangis. Aku menyukai hujan saat aku didera kesedihan. Dan menangis di tengah hujan adalah caraku menumpahkan rasa sedihku akan tekanan hidup. 
Langit yang murung, seolah teman setiaku. Hujan yang turun, kurasa lebih pada air mata langit yang tumpah, dan bukan air yang diserap dari laut. Dan mendung, memberi suasana tersendiri yang begitu melankolis, yang membuatku semakin akrab dengannya. 
Aku tak menyangka kalau sahabat terbaikku dalam kesedihan hanyalah hujan. Hujanlah yang seolah-olah selalu menjadi tempat curhatku. Bukan manusia, karena manusia tak mungkin dapat menampung seluruh rasa yang ada dalam hatiku. Dan tiap rintik hujan yang menimpa tubuhku, kurasakan sebagai ungkapan persahabatannya atasku. 

Terima kasih hujan.

Terima kasih, kau telah menampung duka dan piluku di tengah dunia yang seolah tak peduli lagi padaku karena ulahku sendiri.
Terima kasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s