Hangatnya Hujan

Image

 

—oOo— Hangatnya Hujan —oOo—

Ya, hujan itu hangat. Setidaknya itu yang kurasakan kini. Dulu, rinai hujan pasti selalu turut menyumbang kesenduan dalam hatiku. Berkali – kali hujan, berkali – kali pulalah ia sukses mendramatisir keadaan. Seakan rintik – rintik itu memiliki kendali penuh atas otakku. Memberi titah pada kedua bola mata untuk mengalirkan bulir – bulir kesedihan yang merekam jejak ketakberdayaan di pipi. Hujamannya ke bumi, juga menghujam dadaku. Nyeri. Sungguh Nyeri. Nyeri yang hampi – hampir saja membuatku amnesia. Karna yang kuingat dan kutahu, hanya menangislah satu-satunya cara untuk meringankan beban rasa yang menindih ini, walau sedikit.

Tapi kini hujan terasa hangat. Sehangat sinar mentari di pagi dingin yang berkabut. Menghadirkan rasa nyaman yang tergantikan.

…salah satu do’a yang tak tertolak adalah saat hujan turun…

Kalimat ajaib itulah yang terpahat nyata di dinding hatiku. Kalimat ajaib itulah yang mampu menyalakan kembali seberkas api harapan yang dulu meredup. Pancarannya yang hangat merasuk ke tiap – tiap sendi tubuhku.

Dan kini, bukan air mata yang mengiringi luruhnya air hujan, tapi senyum penuh pengharapan akan janjiNYA yang selalu pasti, akan kabar baik yang pasti datang di penghujung penantian…..
Impianku yang terindah….

Dan bukankah hujan adalah rahmat yang turun dari langit?🙂

tak lelah ku berbisik lirih, “ku mencintaimu, hujan…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s