Dalam Cinta Muhammad & Khadijah

Para pencinta sejati tidak memancarkan pesonanya dari ketampanan atau kecantikannya, atau kekuasaan dan kekayaannya, atau popularitas dan pengaruhnya. Pesona mereka memancar dari kematangan mereka. Mereka mencintai maka mereka memberi. Mereka kuat. Tapi kekuatan mereka menjadi sumber keteduhan jiwa orang-orang yang dicintainya. Mereka berisi, dan sangat independen. Tapi mereka tetap merasa membutuhkan orang lain, dan percaya bahwa hanya melalui mereka ia bisa bertubuh dan bahwa pada orang-orang itulah pemberian mereka menemukan konteksnya. Kebutuhan mereka pada orang lain bukan sebentuk ketergantungan. Tapi lahir dari kesadaran mendalam tentang keterbatasan manusia dan keniscayaan interdependensi manusia.

Pesona inilah yang yang dipancarkan Khadijah pada Muhammad. Maka selisih umur tidak sanggup menghalangi pesona Khadijah menembus jiwa muhammad. Pesona kematangan itu pula yang membuat beliau enggan menikah lagi bahkan setelah Khadijah wafat. “Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah?” tanya Rasulullah saw.

Pesona Kematangan – Serial Cinta

Seperempat abad lamanya Rasulullah saw hidup bersama Khadijah. Perempuan agung yang pernah mendapatkan titipan salam dari Allah lewat malaikat Jibril ini menyimpan keagungannya begitu apik pada gabungan yang sempurna antara pesona jiwa dan raganya. Dua kali menjanda dengan tiga anak sama sekali tidak mengurangi keindahan fisiknya. Tapi apa yang menarik dari kehidupannya mungkin bukan ketika akhirnya pemuda terhormat, Muhammad ibn ‘Abdullah, menerima uluran cintanya. Yang lebih menarik dari semua itu adalah fakta bahwa Rasulullah saw sama sekali tidak pernah berpikir memadu Khadijah dengan perempuan lain. Bahkan ketika Khadijah wafat, Rasulullah hampir memutuskan untuk tidak akan pernah menikah lagi.

Bukan cuma itu. Bahkan ketika akhirnya menikah setelah wafanya Khadijah, dengan janda dan gadis, beliau tetap berkeyakinan bahwa Khadijah tetap tidak tergantikan. “Allah tetap tidak menggantikan Khadijah dengan seseorang yang lebih baik darinya,” kata Rasulullah saw.

Pesona Jiwa Raga – Serial Cinta

Khadijah hadir selama 25 tahun untuk menyelesaikan misi pembangunan basis sosial Muhammad dan basis pergerakan dakwah di Makkah,

Tim Kehidupan – Serial Cinta

Respek dan apresiasi dibangun sebagai faktor kohesi dari sebuah hubungan jangka panjang. tapi itu harus bersifat mutual; sebab hanya ketika dua orang yang sama-sama punya harga bertemu mereka bisa saling respek dan saling mengapresiasi. Respek dan apresiasi yang bersifat mutual itulah yang menjadi salah satu fondasi yang kokoh dari hubungan Muhammad saw dengan Khadijah: dua nilai bertemu, dua harga bertemu, dua pecinta bertemu, dan bravo; mereka jadi legenda cinta yang abadi.

Respek dan Apresiasi – Serial Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s