Tentang Laskar Bintangku,

Akhir pekan ini kami awali dengan ulangan mingguan, dan saya memilih untuk memulainya dengan ulangan matematika. Ulangan ini sudah kami bicarakan satu minggu sebelumnya, dan kami sudah menyepakati ini. Saya memang terbiasa mengadakan ulangan setelah satu materi yang kami bahas selesai di pelajari, agar anak—anak tidak lupa dengan materi yang sudah di ajarkan menjelang materi yang selanjutnya akan dipelajari.

Beberapa hari sebelumnya, semalaman saya mengerjakan tugas saya sebagai “guru yang baik” ^^, mencoba membuat soal-soal ulangan sendiri, tentunya dengan menyesuaikan dengan kemampuan murid-murid saya.

Akhirnya jadilah 50 soal ulangan untuk anak-anak. Cukup mudah dengan beberapa soal essai.

Dan kemarin saya datang lebih awal untuk memberikan murid-murid materi tambahan tentang ulangan kami hari itu, saya sedikit memberikan kisi-kisi kepada mereka tentang bagaimana soal yang akan keluar pada ulangan nanti. Seperti ulangan-ulangan yang terdahulu, anak-anak terlihat antusias saat saya memberikan kisi-kisi ulangan kepada mereka, sekitar 1 jam saya memberikan tambahan pelajaran, saya putuskan untuk disudahi dan memberikan mereka waktu istirahat sebelum kami memulai ulangan.

Di luar dugaan saya, anak-anak nampak tenang menghadapi ulangan hari itu, sangat berbeda dengan perkiraan saya, saya mengira mereka akan sama dengan saya dahulu saat saya masih sekolah, saya sangat gugup jika sedang ulangan, malam sebelum ulangan diadakan, biasanya buku selalu menemani saya, bahkan sampai keesokan harinya, hehehe. Bahkan ada beberapa teman yang saking gugupnya sampai-sampai disibukkan dengan menyiapkan contekkan. Tapi saya yang dulu sangat berbeda dengan murid-murid saya saat ini, mereka malah asyik bermain dengan teman-temannya, malah juga ada yang antri di abang-abang es. ^^murid-muridku yang lucu.

30 menit sepertinya sudah cukup untuk mereka beristirahat, saya memanggil mereka untuk masuk ke ruangan belajar kami yang sederhana. Dengan rapi mereka berbaris di depan pintu, lalu masuk satu persatu sambil mencium tangan saya ketika semua anak sudah berbaris dengan rapi. Di dalam kelas, setelah berdo’a bersama dan memberikan beberapa arahan kepada murid-murid tentang peraturan ulangan kali ini, saya meminta hamdan, salah satu murid saya untuk membagikan soal.

Dan ulanganpun dimulai.

Di awal-awal ulangan dimulai, suasana hening, mereka nampak tenang dan serius menghadapi soal-soal. Namun, setengah jam berikutnya suasana mulai lain, beberapa anak nampak gelisah, ada yang tengok kanan-kiri, ada yang mulai menarik nafas panjang, bahkan ada juga yang bertanya,

“jamnya masih lama kan ya Bu?”

^^, saya hanya tersenyum melihat mereka.

“hayo, ingat kan apa kata ibu, kalau tidak jujur, apa hukumannya?”

“iya bu, Allah tidak suka anak yang nyontek” hampir serentak murid-muridku menjawab.

Anak-anak mulai nampak tenang seteal percakapan singkat kami. Saya yakin mereka bisa atau setidaknya mereka mencoba untuk bisa.

 

Sambil mengawasi mereka, tangan saya ternyata mulai iseng-iseng ^^, saya membuat beberapa bintang dari potongan-potongan kertas origami sisa keterampilan kami minggu lalu, dengan gunting saya membuat beberapa ukuran bintang-bintang itu, ada yang besar dan kecil. Iseng.

“bu, buat apa? Nanti ajari ya bu” Nisa, salah satu murid saya tiba-tiba nyeletuk setelah ia melihat saya menggunting bintang2 itu.

“Nisa sudah selesai?”

“sudah, bu”

“oh, nisa perhatikan ibu daritadi ya?”

“iya” dengan senyun manis mungilnya itu ia menjawab.

Nisa, ia memang salah satu muridku yang cukup cepat dalam menangkap pelajaran, ia pandai.

“iya, nanti ibu ajari”

Satu setengah jam sudah berlalu dan anak-anak sudah mengumpulkan lembar jawaban mereka. saat saya merapikan meja saya, Nisa, anak cantik itu menagih janjinya pada saya untuk mengajarinya membuat bintang ^^, dan diluar dugaan, ternyata anak-anak yang lainpun tertarik, awalnya saya mengira mereka semua masuk lagi ke kelas kami karena mengira bahwa membuat bintang-bintang itu merupakan bagian dari pelajarn hari itu, sampai saya bilang, “lho, kenapa tidak pulang? Ini sudah waktunya pulang kok, Annisa hanya minta diajari sama ibu untuk buat bintang, tidak wajib untuk semua ikut”

“ngga bu, saya mau ikut diajari juga” Hamdan menjawab saya, dan yang lainpun menimpali dengan jawaban yang sama. Alhasil, setelah ulangan hari itu selesai, tidak ada satupun murid saya yang pulang, mereka memilih untuk tetap bersama saya dan membuat bintang ^^. Jujur, saya merasa sangat senang saat itu, mengetahui satu hal baru, bahwa anak-anak sangat suka menghabiskan waktu bersama saya.

Rasanya indah. Tenang.

Dengan hati-hati saya membantu mereka untuk menggambar bintang, dan mengguntingnya sesuai dengan pola bintang. Cukup lama kami mengabiskan sore dengan membuat beberapa pola bintang itu, “bu, tempelkan saja di papan tulis ya bu, bintang-bintangnya”, Hamdan sang ketua memintanya.

“kenapa di tempel?”

“biar nanti ibu senang kalau masuk kelas sini, karena bisa lihat bintang-bintang itu”

“…”

Saya diam. Termangu memandang anak-anak. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan atau saya katakan. Betapa mereka sangat menyayangi saya, betapa mereka sangat ingin membuat saya senang, betapa mereka dengan lugu dan segala kepolosan mereka berusaha membuat saya senang didekat mereka. dan air mata saya akhirnya menetes, saya memang orang yang mudah sekali tersentuh, tapi anda perlu tahu, ini hal yang sangat indah bagi saya, menyadari fakta bahwa saya disayangi, dirindukan dan diharapkan selalu bisa dekat oleh murid-murid saya.

Saya peluk murid-murid saya sembari tak henti-hentinya saya mengucapkan terima kasih.

Kami menempelkan bintang-bintang itu disisi-sisi dari papan tulis, mereka memasang dengan kreasi sendiri beberapa bintang dibagian bawah, dan saya memasang beberapa di bagian atas.

Bintang terpasang, dengan warna-warna yang beragam, dan yang terpenting hasil dari buatan murid-muridku sendiri. senang rasanya.

Kami memandangi bersama papan tulis kami yang “berubah” ^^, menjadi lebih berisi. Selain berisi dengan bintang-bintang yang bertebaran, hehe, papan itu juga berisi harapan, kasih sayang, cinta dan rasa memiliki serta menyayangi diantara kami. Saya dan murid-murid saya.

-laskar bintang-

Dipojok kiri bawah saya menuliskan kata itu. untuk kalian murid-murid terhebatku.

Kalian lebih dari sekedar bintang bagi ibu. Kalian sinar, lebih terang daripada bintang bagi ibu.

 

-dan kami lah, laskar bintang-

 

Jakarta, 05 Januari 2013

Di penghujung sore yang cerah dengan semburat warna jingga dilangit.

Terima kasih, Allah.

2 thoughts on “Tentang Laskar Bintangku,

  1. boim says:

    (y)…semangat rin…jangan pernah menyerah

  2. andrayani,yunia says:

    ^senyum^…sukaa banget……
    bacanya aja..udah seneng,apalagi…lihat dan merasakannya secara langsung…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s