Akhirnya Saya Ingin Manja

Tuan (entah siapa), saya sedang sakit. Agak demam, sangat pusing dan sedikit mual. Sebenarnya itu tak mengubah apa-apa. Saya tetap perempuan sok kuat, suka ngambek dan pura-pura tak pedulikan anda itu. Tapi… Saya sakit. Maksud saya, saya merasa lemah. Di titik ini saya ingin manja.

Saya berada jauh keluarga,dan hampir-hampir sendirian. Seorang teman sudah menawarkan jasa pada saya, saat ia berjanji pada saya saat kami bertemu tadi siang, agar saya menelponnya jika sesuatu yang tidak wajar mulai menyerang saya. Tapi saya tak ingin merepotkannya. dan saya rasa saya hanya ingin sendirian saat ini. Menenangkan diri. Meskipun aliran darah ini begitu turbulens di kepala saya.

Tapi ada yang aneh, tidak seperti sakit-sakit di hari-hari biasanya. Saat ini. Saya hanya ingin anda,dan segelas air putih. Cukup ditemani duduk, dan anda mendengarkan saya sedikit berkeluh kesah.

 

Muka saya pucat sekarang. Menghadap ke luar jendela. Tercenung dan penat.

Saya ingin pulang. Dan mungkin suatu saat bersama anda. Tentu dengan anda yang tetap menggenggam tangan saya.

Ah,tuan… I wish they’ve made you portable… So i can carry you around. I wish you were here. Whoever you are.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s