Nasehat Syaikh Ibnu Utsaimin Tentang Tersebarnya Jilbab Yang Dihias-hiasi Bordir

1

Pembawa Acara:

Fadhilatus syaikh, sangat disayangkan telah tersebar di kalangan para wanita jilbab yang dihias-hiasi dengan bordir dan begitu pula cadar lebar (yakni seperti cadar yg tidak menutupi dahi & alis, pent). Bagaimana nasehat anda bagi mereka para wanita dan para wali mereka?

Syaikh berkata:

Na’am, aku katakan: wanita diperintahkan untuk menutupi dirinya, menjauhi tabarruj dan mereka diperintahkan untuk memiliki rasa malu. Dan rasa malu itu adalah bagian dari keimanan dan akhlaknya para wanita, sampai-sampai ada perumpamaan tentang laki-laki yang pemalu: “ia lebih pemalu daripada seorang gadis yang dipingit”.

Dan mereka diperintahkan untuk menjauhi tabarruj, sampai-sampai Alloh azza wa jalla berfirman:

وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah lagi, tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud tabarruj dengan menampakkan perhiasan” [QS an-Nur : 60]

Al-Qowaid disini adalah wanita-wanita tua yang sudah tidak ada keinginan nikah dikarenakan tuanya usia mereka, yakni sudah tidak adalagi laki-laki yang ingin menikahi mereka, Alloh azza wa jalla mensyaratkan jika mereka ingin menanggalkan jilbab mereka yaitu dengan tidak menampakan perhiasan. Yang dimaksud menanggalkan jilbab disini adalah pakaian luarnya saja dan bukan berarti menanggalkan seluruh pakaiannya, karena Alloh mensyaratkan dengan tidak bertabarruj dengan menampakkan perhiasan.

Maka Alloh azza wa jalla mensyaratkan dalam bolehnya menanggalkan pakaian luar adalah dengan tidak bertabarruj, sedangkan wanita tersebut sudah tua, tidak memiliki syahwat dan tidak ada lagi laki-laki yang ingin menikahinya, apalagi dengan seorang gadis yang bertabarruj?

Kita mohon hidayah kepada Alloh untuk semuanya…

***

Sumber: Rekaman Fatawa al-Harom an-Nabawi no. 66b menit ke 20:43 s/d selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s